22 Desember 2008
CEREBRAL VASKULAR ACCIDENT (CVA)
Stroke / CVA adalah ganguan pada pembuluh darah otak dimana terjadi berhenti/ terganggu aliran darah secara mendadak ke salah satu / lebih daerah otak karena tersumbat / pecahnya pembuluh darah yg ada di otak
2. PENYEBAB
Penyebab dari stroke / CVA adalah karena Thrombosis ,Emboli, maupun perdarahan intra serebral sendiri. Ada pun faktor-faktor yang mempengaruhi atau sebagai pens\cetus terjadinya CVA adalah penyakit seperti; Kencing manis (DM), obesitas/kegemukan ,penyakit jantung ,dan tekanan darah tinggi (Hipertensi)
3. TAHAPAN / STAGE DARI STROKE :
a. TIA (Trans Iskemik Attack) gangguan neurologis setempat yang terjadi selama beberapa menit sampai beberapa jam saja. Gejala yang timbul akan hilang dengan spontan dan sempurna dalam waktu kurang dari 24 jam.
b. Stroke involusi: stroke yang terjadi masih terus berkembang dimana gangguan neurologis terlihat semakin berat dan bertambah buruk. Proses dapat berjalan 24 jam atau beberapa hari.
c. Stroke komplit: dimana gangguan neurologi yang timbul sudah menetap atau permanen. Sesuai dengan istilahnya stroke komplit dapat diawali oleh serangan TIA berulang.
4. FAKTOR-FAKTOR RESIKO TERHADAP STROKE :
1. Hipertensi dan DM.
2. Penyakit Jantung
3. Penurunan faktor pembekuan darah (leukemia, pengobatan dengan anti koagulan )
4. Bukti-bukti yang menyatakan telah terjadi kerusakan pembuluh darah arteri sebelumnya : penyakit jantung angina, suplai darah menurun pada ektremitas.
5. TANDA DAN GEJALA
Tanda-tanda terjadinya serangan CVA/ Stroke adalah:
o Kelumpuhan pada wajah/ angota badan yang lain secara mendadak (PARALYSIS)
o Perubahan mendadak status kesadaran ( Sinkop, Coma , stupor).
o Afasia ataupun Disartria
o Vertigo, mual muntah nyeri kepala
o Ganguan penglihatan (Diplopia)
6. BAHAYA CVA / STROKE
Bahaya yang dapat ditimbulkan dari serangan CVA / Stroke adalah dapat menimbulkan nekrosis /kematian jaringan pada otak yang dapat berakibat kecacatan berupa kelumpuhan pada anggota gerak badan ataupun dapat menyebabkan kematian.
7. CARA PENCEGAHAN STROKE /CVA
Cara pencegahan atau menghindari CVA /Stroke adalah dengan membiasakan dengan perilaku hidup sehat diantarany ;
• Makan secukupnya untuk menghindari kegemukan
• Olah raga secara teratur
• Hindari stress, depresi/ sedih berkepanjangan dengan berpikir sehat
• Hindari makanan dengan kolesteol tinggi
• penyakit; kencing manis (DM) Hipertensi, dan penyakit jantung diobati
• Check up /periksa ke dokter atau layanan kesehatan
8. PERAWATAN PASIAEN PASCA SERANGAN CVA /STROKE
Perawatan pasien dengan stroke dirumah atau sehabis dari RS ialah sangat diperlukan karena hampir semua pasien pasca stroke mengalami kelumpuhan (PARALYSIS) pada anggota gerak tubuhnya jadi terjadi kerusakan mobilitas fisik dari pasien
Perawatan yang dapat dilakukan keluarga dirumah antar lain :
• Melakukan latihan rentang gerak secara pasif /ROM (Range Of Motion) pada setiap persendian pasien
Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya KONTRAKTUR/ (kaku pada sendi) pasien dan juga untuk mencegah terjadinya atrofi pada otot terutama pada otot bagian ekstermitas
• Melakukan perubahan posisi pada tubuh pasien dalam waktu minimal 2 - 3 jam (miring kanan, miring kiri, telentang ataupun tengkurap)
Hal ini perlu dilakukan untuk menghindari penekanan yang lama pada satu sisi tubuh yang dapat menimbulkan gangguan integritas kulit sepaeri Ulcus Decubitus
• Keluarga perlu membawa pasien pasca serangan CVA dengan kerusakan motorik/ mengalami kelumpuhan pada ahli Fisio-terapi setiap hari pada idelnya
Hal ini perlu untuk dilakukan untuk membantu pemulihan koordinasi pergerakan sistemj motorik dari pasien dengan melakukan latihan-latihan Fisio-terapi
GIZI BALITA
Menyediakan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang balita
Menyediakan nutrisi untuk melakukan aktifitas fisik balita
Mencegah anak pada keadaan kekurangan gizi
Meningkatkan daya tahan tubuh balita
B. Faktor – faktor yang Berpengaruh Pada Keadaan Gizi Balita
Asupan zat gizi : jumlah makan yang harus bertambah, sesuai dengan bertambahnya kebutuhan bayi hingga balita akan berbagai zat gizi.
Pendidikan dan pengetahuan orang tua : kunci keberhasilan menanamkan kebiasaan makan yang baik adalah tergantung pada pengetahuan dan pengertian ibu bagaimana cara menyusun yang memenuhi syarat gizi.
Keadaan sosial ekonomi : pada kelompok dengan penghasilan rendah biasanya pola makannya sangat sederhana. Umumnya makan hanya 2 kali sehari dan jarang sekali diberikan makanan selingan.
Kondisi sakit : pada keadaan sakit balita cenderung tidak nafsu makan
Kebiasaan dan pola makan : anak akan mencontoh apa yang oleh ibunya, kakaknya bahkan orang –orang disekitarnya.
Pengaruh lingkungan : lingkungan yang kurang bersih dan menyebabkan makanan mudah terkontaminasi bahkan menjadi basi.
Makanan kesukaan : anak mulai berani menolak makanan yang diberikan oleh ibunya, janganlah memaksa anak makan sesuatu yang tidak disukainya, beri alternatif makanan lain.
Makanan pantangan : pantangan yang tidak beralasanterhadap bahan makanan tertentu seperti ikan, telur, dan lain – lain. Hendaknya tidak dituruti oleh ibu karena akan merugikan kesehatan anaknya sendiri.
Ketrampilan makan : ketrampilan anak untuk makan sendiri dapat menambah nafsu makan anak dan bisa menghabiskan porsi makannya.
Kualitas zat gizi
Prinsip dalam memenuhi kebutuhan zat gizi :
1. Kalori harus mutlak terpenuhi
2. Gabungan sumber protein nabati dan hewani setempat yang ada dan mungkin didapat.
3. Manfaatkan sumber protein hewani setempat yang ada dan mungkin didapat.
C. Hal – Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Menyediakan Menu Untuk Balita
Menarik ( bentuk, variasi, warna, dan rasa ) : Ada kalanya anak –anak baru mau makan jika makanan itu diberi warna yang menarik. Misalkan nasi goreng dihiasi dengan tomat sebagai mata, wortel sebagai hidung, dll.
Porsi kecil ( cukup nilai gizi ) : Makanan hendaknya diberikan pada anak –anak ketika benar –benar lapar. Berikanlah dalam jumlah sedikit demi sedikit dan tidak dipaksakan.
Waktu makan yang teratur : Waktu makan yang tidak teratur akan banyak sekali mempengaruhi nafsu makan anak oleh karena itu waktu makan anak sesuaikan dengan waktu makan keluarga dan ajaklah anak untuk makan bersama.
Jadikanlah kegiatan makan sesuatu yang menyenangkan : Berilah suasana menyenangkan selagi anak menikmati makanannya dan beri pengertian arti makanan sehingga anak dapat berimajinasi nasi seperti apa yang dikatakan oleh ibunya.
Pentingnya sarapan pagi : Sarapan pagi memberi energi untuk aktifitas sampai makan siang walaupun anak tetap bermain tetapi asupan gizi harus terpenuhi.
Pentingnya makanan selingan : Makanan selingan membantu jika anak tidak cukup porsi makannya karena anak susah makan.
Hindari makanan yang terlalu manis dan gurih : Berilah rasa – rasa makanan itu secara bertahap dari tidak manis lalu keagak manis dan akhirnya manis, jangan tergesa – gesa karena nantinya balita akan bosan.
Hindari makanan terlalu merangsang dan keras : Kebanyakan anak tidak suka makanan yang merangsang.
D. Makanan Balita Sehat
Makanan bayi umur 0 – 4 bulan : Cukup berikan ASI saja yaitu ASI eksklusif. ASI diberikan setelah bayi lahir paling lambat setengah jam pertama bayi lahir. Jangan membuang ASI pertama ( kolostrum ), karena kolostrum berwarna kekuning – kuningan mengandung zat gizi bermutu tinggi dan zat kekebalan tubuh yang sangat diperlukan oleh bayi.
Makanan anak umur 4 – 6 bulan : ASI terus diberikan makin sering. Anak muali diberikan makanan lumat sebagai makanan pendamping ASI. Misalnya bubur tepung, air buah, pisang lumat, biskuit lumat, bayam rebus dilumatkan dan sebagainya.
Makanan anak umur 7 – 12 bulan : ASI terus diberikan, lebih sering, lebih baik anak diberikan makan, misalnya bubur campur yang disaring dapat diberikan pada usia 7 – 9 bulan, bubur beras, nasi tim, dapat diberikan pada usia 10 – 12 bulan. Menginjak umur 10 bulan kenalkan dengan makanan keluargayang lunak. Gunakan berbagai lauk pauk dan sayuran berganti – ganti dalam menyajikan makanan lembek, mulailah dengan 1 kali secara bertahapmenjadi 4 – 5 X / 1 piring sedang.
Makanan anak umur 1 tahun keatas : ASI terus diberikan paling tidak sampai usia 2 tahun. Jangan memberikan botol pada usia 1 tahun. Sebaiknya anak mulai diberi makanan setiap hari terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur mayur, dan buah –buahan. Anjurkan agar anak makan 4 – 5 X/ hari selain ASI. ASI diberikan sampai anak umur 2 tahun. Pada anak umur 2 tahun anak perlu makan dengan jumlah separuh dari jumlah makan ayahnya. Pisahkan dahulu makanan untuk anak, baru untuk kedua orang tuanya. Biasakan anak untuk makan bersama – sama dengan seluruh anggota keluarga.
KEMATANGAN ORGAN REPRODUKSI REMAJA
Menjelang akil balig (sekir 13 tahun) bagian dari otak seorang gadis yang disebut hipotalamos merangsang kelenjar buntu / endokrin yang yang dinamakan kelenjar bawak otak / hipofise. Kemungkinan hipofise ini merangsang indng sel telur sehingga indung telur mampu menghasilkan :
Hormon Estrogen : yang dapat menyebabkan seorang anak perempuan menjadi remaja putri dengan tanda – tanda a.1. mulai tubuh rambut diketiak dan daerah kelamin, suaranya berubah merdu, kulitnya bertambah halus, payudaranya membesar, pinggulnya tambah besar, lebih besar dari pada bahunya , mulai tertarik pada lawan jenisnya.
Hormon Progesteron : yang mempengaruhi rahimnya, sehingga lapisan rahim bagian dalam atau endometrium mengalami penebalan sebagai persiapan untuk mengandung.
Sel Telur : gadis ini mulai memproduksi satu sel telur setiap bulan yang dihasilkan berganti – ganti oleh indung sel telur yang kiri dan kanan. Perstiwa keluar / lepasnya sel telur dari indung telur disebut OVULASI.
Selanjutnya ada 2 kemungkinan :
Kalau masih gadis
Setelah terjadi ovulasi, sel telur yang antara lain dibantu oleh kontraksi otot – otot saluran telur dan gerakan rambut – rambut halus yang ada didalam saluran telur tersebut bergerak melewati salura telur menuju rahim. Karena tidak terjadi pembuahan maka sel telur keluar dari tubuh melalui liang kamaluan bersama – sama dengan lapisan darah yang lepas / mengelupas pada rahim. Peristiwa ini disebut HAID / datang bulan karena terjadi sekali sebulan. Ovulasi sering terjadi 2 minggu sebelum haid yang akan datang.
Kalau sudah bersuami / menikah
Maka sel telur akan buahi oleh sel mani . spermatozoa suamninya sehingga terjadi zigot. Pertumbuhan ini terjadi disaluran telur yang mengalami pelebaran, sambil bergerak menuju rahim zigot terus membelah diri untuk akhirnya menempel pada dinding rahim, disini selanjutnya tumbuh menjadi mudigah, kemudian menajdi janin. Sesudah dikandung dalam rahim selama kira – kira 40 minggu / 280 hari akhirnya bayi dilahirkan.
b. REMAJA PRIA
Mejelang akil balig (sekitar 15 tahun) bagian dari otak seseorang anak laki – laki yang disebut hipotalamus merangsang kelenjar buntu yang dinamakan kelenjar bawah otak / hipofise. Kemudian hipofise ini merangsang buah zakar mampu menghasilkan :
Hormon Testosteron : yang dapat menyebabkan seorang anak laki – laki tumbuh menjadi remaja putra dengan tanda – tanda 1.1. mulai tumbuh kumis dan jenggot, juga tumbuh rambut didada, teriak, daerah kelamin, tangan dan kaki, suara bertambah berat, ototnya tumbuh, bahunya bertambah bidang (lebih besar dari pada pinggulnya) a mulai tertarik pada lawan jenis.
Sel mani : Beda antara lain cairan mani (cairan keputih – putihan seperti susu yang mempunyai bau yang khas dihasilkan oleh kontong mani dan kelenjar prostat) dengan sperma (sel mani dalam cairan mani) sel mani / sperma diproduksi oleh buah zakar jumlahnya berjuta – juta karena banyaknya sehingga berdesak- desakan dan secara pasif didorongh menuju kontong mani dan seterusnya kelenjar prostat. Dikantong mani dan kelenjar prostat inilah sel mani dicampur dengn cairan mani, sehingga sel mani sekarang dapat bergerak sendiri dengan aktif seperti kecebong dalam air.
Pemuda ini mulai membayangkan gadis idamannya dan pada malam harinya bermimpimengadakan hubungan seks/ senggama. Bersama dengan itu otak memerintahkan agar darah dikerahkan menuju ke zakar, karena zakar bagian dalam terusun seperti karet busa maka dapaty menampung banyak darah sehingga zakar yang semula lemas karena terisi darah kini berubah menajdi tegang yang disebut EREKSI. Kalau nafsu syawat terus meningkat, maka tak lama kemudian sperma disemprotkan keluar tubuh malalui zakar dengan lubang kencing sebagai muara kaluarnya yang disebut dengan ejekulasi. Yang diikuti oleh tercapainya puncak kenikmatan seks. Pagi harinya celananya dalam pemuda itu basah oleh sperma itu disebut mimpi basah.
Pada pria baik sperma maupun air mani hanya mempunyai satu muara kelenjar yaitu lubang kencing.
Pada wanita terdapat dua muara keluar yakni lubang kencing yang kecil untuk keluarnya air seni yang terletak disebelah atas dan lubang kemaluan (yang lebih besar dari pada lubang kencing) untuk keluarnya haid, untuk hubunga seks maupun untuk melahirkan bayi yang letaknya disebalah bawah.
MENSTRUASI / HAID SEBAGAI CIRI AKIL BALIG
Haid adalah keluarnya darah dari alat kelamin wanita tepatnya dari rahimnya merupakan peristiwa yang wajar, haid pertama mungkin terjadi pada usia 9 tahun sebagai ciri awal dari akil balig menuju masa dewasa, ada juga yang haid pertama mulai umur 16 tahun, jarang yang labih dari itu kecuali ada kelainan. Diduga karena gizi yang baik saat pertama datang lebih cepat. Keadaan gizi yang baik erat hubungan dengan tingkat sosial ekonomi gadis yang bersangkutan, ada yang jarak haid 1 dan berikutnya 26 ada juga yang 34 hari, umunya antara 28 – 32 hari. Darah haid tidak akan membeku karena mengandung enzym anti pembeku darah.
Pada waktu haid sebaiknya menggunakan pembalut wanita dan gantilah setiap basah.
Pendarahan yang telalu banyak disebut Menorhagie
Pendarahan yang terjadi diantara dua haid disebut Metorenagie.
Tidak haid pada usia subur atau umur reproduksi dalam 2 bulan atau lebih disebut Amenorhae.
Bila terasa sangat sakit pada waktu haid disebut Dysmenorhae
PERTUMBUHAN REMAJA PUBER ( 13 – 27 TAHUN)
Masa pubertas 9 pubis = kemaluan atau daerah kemaluan O pada anak perempuan dimulai sekitar usia 13 tahun dan pada anak laki – laki pada usia sekitar 15 tahun.
97 % perempuan tingginya rata – rata 157 cm
91% laki – laki tingginya rata –rata 160 cm
Laki – laki umumnya ingin lebih diperhatikan oleh perempuan dengan berlaku agresif dan batas oleh perempuan secara agresif pula, misalnya saling meminjam buku bacaan atau alat tulis, mengadakan reaksi bersama. Pada perempuan gejala yang penting adalah berkembangnya payudara dan tumbuhnya bulu disekitar kemaluan. Mula – mula pertumbuhan buah dada terasa sakit seperti bisul, sangat sakit bila di sentuh.
Timbul perasaan senang apabila diperhatikan oleh lawan jenis. Masa perubahan – perubahan besar pula pada perempuan adalah saat datang bulan yang pertama. Ini berarti telah menajdi Ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur ) kira – kira 11 hari sebelumnya.
Masa perubahan pada laki –laki terjadi waktu dia mimpi bersentuhan dengan perempuan. Mungkin hanya bersentuhan tangan atau kaki maupun badan tetapi menimbulkan kenikmatan organisme yakni pemancaran sperma.
Pada waktu haid pertama ada gadis yang mencoba menyembunyikan supaya tidak diketahui oleh ibu atau gurunya. Harus dijelaskan bahwa haid pada perempuan adalah wajar dan tidak perlu ditakuti, sebab akan datang setiap bulan dan hal yang perlu diperhatikan adalah agar ia mencatat dengan teliti dan rapi tanggal datang haid sehingga dapat bersiap – siap datangnya haid yang berikutnya. Dengan demikian dapat memonitor kesehatannya sendiri.
Pada masa remaja gejolak kehidupan yang disebabkan oleh perkembangan pengetahuan hormonal serinh bersifat agresif, sangat berani mengambil resiko tinggi sering pula melakukan kegiatan yang arahnya tidak jelas. Keadaan hiwanya labil, karena sedang mencari jati diri. Pada saat ini lah pendidikan sangat berperan untuk memberi arah kepada jiwa yang sedang goncang.
Agama misalnya dapat memberi pedoman agar peran remaja berjalan mulus melewati masa remaja menuju kedewasaan. Ada perbedaan untuk pada remaja putri dan remaja putra.
MASALAH YANG DIHADAPI REMAJA
1. Godaan seksualitas pada awal kedewasaan
Masa remaja adalah masa yang sulit dan penuh tantangan karena sekarang sedang berada pada masa tansisi. Pada periode seorang anak sedang menuju kedewasaan. Sedang alam / dunia anak – anak belum sepenuhnya ditinggalkan.
Pada masa ini orang tua diharapkan dapat mendekati remaja dengan penuh pengertian, karena masa pubertas / pancaroba ini masa yang paling peka bagi remaja. Keadaan yang umum pada dewasa ini pada remaja biasanya membicarakan masalah seks dengan sesama teman dengan bumbu yang cabul, membaca buku – buku porno, nonton kaser video porno atau film – film porno yang sering berakibat negatif bagi dirinya, orang tuannya dan masa depan di anak. Hal ini semua disebabkan oleh ketidasktahuan mereka tentang seks yang benar.
Tepat sekali pernyataan WHO, bahwa kurang adanya bekal yang benar dan baik dalam pengetahuan tentang seks jelas akan membawa akibat yang negatif bagi remaja.
2. Perilaku Seksual
a. Perilaku Seksual Yang Normal
Dalam arti sempit perilaku seksual adalah hubungan seks antara seorang pria dengan seorang wanita dewasa, baik dorongan seks, pasangan maupun caranya adalah normal ialah hubungan seks yang tidak menimbulkan efek – efek yang merugikan baik diri sendiri maupun bagi pasangan paksaan atau perkosaan.
Perilaku seksual manusia mencakup kepribadian, sikap dan seluruh perilakunya sehari – hari.
b. Perilaku seksual yang normal
Perilaku seksual yang disebut penyimpangan seksual, dibedakan dalam 3 golongan
Dorongan seks yang abnormal misalnya pelacuran, zina, frigiditas, impotensi, dll.
Pasangan yang abnormal, misalnya : onani, pedofilia, lesbian, Homoseksualitas, dll.
Cara – cara yang abnormal misalnya : exhibisionisme, sadisme, dll.
3. Penyakit Hubungan Seksual (PHS)
Persentuhan dpat menularkan berbagai penyakit dari pembawa kuman kepada penerima, penyakit – penyakit tersebut antara lain :
a. Gonorehonea (kencing nanah)
Gejalanya sebagai berikut :
Pada pria : Mula – mula terasa perih disaluran kencing pada waktu kencing, terasa gatal dilubang kencing dan mengeluarkan nanah.
Pada wanita : Biasanya menyerang saluran kencing & leher rahim. Banyak mengeluarkan lendir meskip[un ia tak mengeluh sakit.
b. Sypilis / Lues / Raja Singa
Stadium Primer :
Ada luka kecil bernanah dan sakit pada kepala zakar dan pada wanita luka kecil, dan sakit didlam vagina atas bibir besar / bibir kecil, juaga ada kelenjar (Pembengkakan kelenjar lemfe) dilipat paha.
Stadium Sekunder
Berupa kelainan pada kulit, tampak bintik meah dengan diameter 0,5 – 1 cm pada kulit bahu, dada pinggul dan perut serta pada lengan.
Stadium tertier :
Akan muncul 3 – 10 tahun setelah stadium primer, mungkin pula 10 –1 5 tahun. Gejala berupa bercak – bercak merah yang tidak simetris.
Herpes :
Adalah radang di kulit yang disebabkan oleh virus mungkin menyerang bibir, hidung mulut. Penyakit ini sudah dikenal 200 tahun yang lalu.
AIDS.
AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit akibat seseorang mengalami kekurangan sistem kekebalan tubuh akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh virus HIV.
NUTRISI IBU HAMIL
Status gizi ibu hamil mempengaruhi tumbuh kembang janin yang dikandung, sehingga makanan ibu penting untuk diperhatikan agar kebutuhan makanan ibu dan janinnya dapat terpenuhi secara optimal. Kebutuhan gizi ibu hamil adalah jumlah kebutuhan zat gizi saat tidak hamil dan tidak menyusui ditambah jumlah zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan janin dan alat kandungan.
I. KEGUNAAN MAKANAN TERSEBUT ADALAH :
• Untuk pertumbuhan janin yang ada dalan kandungan
• Untuk memepertahankan kesehtan dan kekuatan badan ibu wsendiri
• Agar luka-luka persalinan cepat sembuh dalam nifas
• Guna mengadakan cadangn untuk masa laktasi
Caranya adaalah :
1. Ibu harus makan teratur 3 x sehari
2. Hidangan harus tersususn dari bahan makanan bergizi yang terdiri
Makan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan serta usahakan minum susu 1 gelas setiap hari
3. perguankan aneka ragam makanan yang ada
4. pilih, beli berbagai macam bahan makanan yang segar
II. TAHAP –TAHAP PENGATURAN GIZI
Menurut Burke, dkk, ibu hamil yang yang diitnya pada golongan kurang sangat mungkin untuk mendapatkan bayi yang kurang sehat termasuk prematur, cacat bawaan dan lahir mati.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dala menyusun menu ibu hamil:
a. Pada trimester I, biasanya nafsu makan sangat kurang, lebih – lebih ika timbul rasa mual dan ingin muntah. Pada masa ini makanan harus diatur supaya mudah untuk dicerna, porsi makan tidak terlalu besar, namun sering diberikan. Jenis makanan yang cocok antara lain roti biskuit, sup, roti panggang, air jeruk.
b. Pada trimester II, berat badan juga mulai bertambah nyata. Pada masa ini protein harus ditambahkan, dan harus dijaga agar jangan sampai kekurangan darah. Karena itu baik sekali diberikan sayur – sayuran daun, karena disamping memberikan garam besi juga vitamin A dan vitamin yang lain.
c. Pada trimester III, metabolisme basal tetap naik terus. Pada masa ini umumnya nafsu makan baik sekali, dan wanita hamil selalu terasa lapar. Pemeriksaan kenaikan berat badan perlu dilakukan dengan teliti, jangan sampai ibu terlalu gemuk, untuk menghindari kesulitan melahirkan kelak. Pada saat ini pula, kandungan sudah besar sekali sehingga menyebabkan lambung sedikit terdesak. Makanan yang porsinya terlalu besar menimbulkan rasa tidak enak. Karena itu dalam masa ini porsi makan sebaiknya kecil saja, namun sering, untuk mencegah kekurangan unsur – unsur gizi.
III. ZAT – ZAT MAKANAN YANG DIBUTUHKAN IBU HAMIL
1. Energi
Energi digunakan untuk menunjang metabolisme dan pertumbuhan ibu, menunjang pertumbuhan alat- alat kandungan, serta menunjang pertumbuhan janin dan plasenta. Energi dapat diperoleh dari beras, tepung, gandum, sagu,dll.
2. Protein
Ibu hamil memerlukan protein lebih banyak dari biasanya, minimal 60 g/ hari. Protein penting untuk pertumbuhan anak.
Adapun fungsi protein antara lain adalah sebagai berikut:
Membuat ari – ari ( plasenta) yang berfungsi untuk untuk menunjang, memelihara,dan menyalurkan makanan bayi.
Sebagai cadangan makanan untuk persiapan persalinan , masa setelah melahirkan, dan masa menyusui.
Protein dapat diperoleh dari susu, telur, dan keju, gandum, kacang – kacangan, dll.
3. Vitamin
Ada beberapa jenis vitamin yang penting untuk ibu hamil. Kebutuhan mencapai dua kali lipat dari biasanya. Jika ibu hamil kekurangan vitamin, pembentukan sel – sel tubuh bayi kurang. Anak yang dilahirkan bisa kurang darah, cacat bawaan, kelainan bentuk, bahkan bisa mengalami abortus.
Beberapa vitamin yang dibutuhkan ibu hamil antara lain:
a. Vitamin B6
Vitamin B6 penting untuk pembuatan asam amino, yaitu bahan protein dalam tubuh. Jika kekurangan vitamin ini pertumbuhan bayi / janin akan buruk, bahkan otaknyapun kurang berkembang.
Selain itu Vitamin B6 juga doberikan untuk mengurangi keluhan mual – mual.
b. Vitamin C
Vitamin C berfungsi untuk kekebalan tubuh ibu dan bayinya. Jika kekurangan vitamin C cenderung mengalami ketuban pecah dini. Keadaan ini membahayakan anak, karena bisa terjadi infeksi dalam kandungan dan anak bisa meninggal.
c. Vitamin A
Vitamin a dibutuhkan oleh semua ibu hamil, namun tidak boleh terlalu berlebihan. Bila berlebihan dapat menimbulkan cacat bawaan
d. Vitamin D
Vitamin D berkaitan erat dengan zat kapur. Vitamin ini dapat menembus plasenta sehingga dapat memasuki tubuh bayi. Jika ibu hamil kekurangan vitamin D, anak akan kekurangan zat kapur. Pembentukan gigi- giginya tidak normal, lapisan gigi luar tampak buruk. Namun jika berlebihanpun berbahaya. Makanan yang mengandung Vitamin D dapat diperoleh dari susu, hati, mentega, kuning telur, dan margarin, serta minyakikan laut.
e. Vitamin E
Kebutuhan akan vitamin E cukup dipenuhi dari makanan sehari – hari. Jarang sekali terjadi kekurangan vitamin E. Binatang percobaan yang kekurangan vItamin ini mengalami keguguran.
f. Vitamin K
Vitamin K juga cukup diperoleh dari menu harian normal. Jarang terjadi kekurangan vitamin ini. Jika kekurangan, dapat terjadi gangguan perdarahan pada anak.
4. Mineral
a. Zat kapur
Zat kapur sangat penting karena sangat dibutuhkan anak. Ibu yang sudah sering hamil, cnderung kekurangan zat kapur. Akibatnya, anak yang dikandung menderita kelainan tulang dan gigi.
Metabolisme zat kapur memerlukan vitamin D yang cukup. Oleh karena itu, selain zat kapur, ibu hamil juga perlu vitamin D yang memadai.
Sumber zat kapur yang tinggi diperoleh dari semua bahan makananan yang berasal dari susu, seperti keju, es krim, dan kue. Zat kapur juga banyakterdapat dalam kacang – kacangan, sayuran berdaun hijau, dan makanan laut.
b. Fosfor
Mineral ini cukup diperoleh dari makanan sehari – hari. Fosfor berhubungan erat dengan zat kapur. Jika jumlahnya tidak seimbang dalam tubuh,dapat terjadi kram pada tungkai.
c. Zat besi
Kebutuhan zat besi ibu hamil lebih meningkat pada kehamilan trimester II dan III. Pada masa tersebut kebutuhan zat besi tidak dapat diandalkan dari menu harian saja. Walaupun menu hariannya mengandung zat besi yang cukup, ibu hamil tetap perlu tambahan tablet besi atau vitamin yang mengandung zat besi.
Zat besi bukan hanya pentinguntuk memelihara kehamilan. Ibu hamil yang kekurangan zat besi dapat menimbulkan perdarahan setelah melahirkan, bahkan infeksi, kematian janin in utero, cacat bawaan dan abortus.
Zat besi juga penting saat menyusui. Zat besi pada masa ini banyak dikeluarkan melalui keringat, urine,dan kulit selain ASI.
Kekurangan zat besi pada ibu hamil meningkatkan resiko kematian ibu hamil.
d. Seng
Mineral ini dibutuhkan dalam jumlah yamg sangat kecil, biasanya cukup dari makanan sehari- hari. Yang pasti seng berkaitan dengan pembentukan tulag – tulang dan selubung saraf tulang belakang.
e. Fluor
Mineral fluor juga tidak terlalu banyak diperlukan. Dalam air minum yang normal cukup mengandung banyak flour. Flour penting untuk pembuatan gigi – geligi. Jika kekuragan, gigi tidak terbentuk sempurna dan jika kelebihan, warna dan bangunan gigi juga tidaknormal
f. Iodium
Iodium cukup diperoleh dari air minum dan sumber bahan makanan laut. Ibu hamil yang kekurangan iodium akan melahirkan anak cebol, jika kekurangannya baru terjadi kemudian maka pertumbuhan anak akan terhambat. Kekurangan iodium dapat menyebabkan anak kurang cerdas.
IV. MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI IBU HAMIL
1. Alkohol
Alkohol dapat melahirkan anakyang cacat, kepala kecil, mata , wajah dan tulangnya tidak normal.
2. Merokok
Rokok yang mengandung nikotin akan menjadikan ukuran bayi yang lahir lebih kecil dari normal, dan bisa juga terjad mutasi gen sehingga gen menjadi cacat.
3. Kafein
Kafein / racun kopidapat menambah detak jantung anak, pernafasan anak memburuk, sehingga mengganggu perkembangan anak.
4. Zat warna, pengawet, dan penyedap makanan
Didalam zat warna, pengawat, dan penyedapmakanan banyak sekali mengandung bahan kimia yang dapat berpengaruh buruk terhadap janin.
V. HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN OLEH IBU HAMIL :
1. Saaat hamil, ibu harus makan dan minum lebih banyak dari pada ibu yang tidak hamil
2. perlunya mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung zat besi seperti sayuran hijau tua, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah dan kacang kacangan lain, telur, ikan, daging, untuk mencegah anemia
3. Perlunya mengkonsumsi tablet tambah darah 1 tablet / hari
4. Perlunya mengkonsumsi makanan yang mengandung zat kapur
5. Untuk mengatasi nafsu makan ibu kurang, makanlah yang segar segar seperti buah buahan, sari buah, sayur bening, dll
6. Hindari merokok dan minim alcohol karena membahayakan ibu dan janin
7. Kenali gejala kurang darah selama kehamilan : pucat, pusing, lemah dan penglihatan berkunang kunang
8. Kontrol kesehatan kepada bidan atau puskesmas secara teratur.
Hal ini bertujuan untuk menjaga agar kondisi ibu dan kandungan tetap sehat.
Hal lain yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil adalah mitos tentang pantangan makanan. Banyak larangan makanan bagi ibu hamil bahkan ibu menyusui yang berpengaruh pada ASI atau bayi, namun kurang tepat atau tidak ada alasan ilmiahnya. Pada masyarakat tradisional terdapat pola pemberian ASI tidak sesuai dengan konsep medis sehingga menimbulkan dampak negatif pada kesehatan dan pertumbuhan bayi. Disamping pola pemberian yang salah, kualitas ASI juga kurang. Hal ini disebabkan banyaknya pantangan terhadap makanan yang dikonsumsi si ibu baik pada saat hamil maupun sesudah melahirkan (nifas). Sebagai contoh, pada masyarakat Kerinci ibu yang sedang menyusui pantang untuk mengkonsumsi bayam, ikan laut atau sayur nangka. Di beberapa daerah ada yang memantangkan ibu yang menyusui untuk memakan telur. Pada beberapa suku bangsa, ibu yang sedang menyusui kondisi tubuhnya dipandang dalam keadaan dingin sehingga ia harus memakan makanan yang panas dan menghindari makanan yang dingin. Hal sebaliknya harus dilakukan oleh ibu yang sedang hamil
Referensi: Gizi ibu dan Bayi. FKUI. 1986
Nadesul,H. 1997. makanan Sehat Untuk Ibu Hamil. Jakarta: Puspa Swara
Moehji,S. 1982. Ilmu Gizi Jilid 2. Jakarta: Bhratara Karya Aksara
21 Desember 2008
TEKNIK PENGHENTIAN PERDARAHAN
OLEH : ERFANDI
A. Pengertian
Perdarahan adalah keluarnya darah dari pembuluh darah. Jumlahnya dapat bermacam-macam, mulai dengan sedikit sampai yang dapat menyebabkan kematian. Hanya henti nafas (respiratory arrest) mempunyai prioritas penanggulangan lebih dulu dari pada perdarahan yang masif. Luka robekan pada pembuluh darah besar di leher, tangan dan paha dapat menyebabkan kematian dalam satu (1) sampai (3)tiga menit. Sedangkan perdarahan dari aorta atau vena cava dapat menyebabkan kematian dalam tiga puluh (30) detik.
Kehilangan darah bisa disebabkan perdarahan internal dan eksternal. Perdarahan internal lebih sulit diidentifikasi. Jika pembuluh darah terluka maka akan segera terjadi kontriksi dinding pembuluh darah sehingga hilangnya darah dapat berkurang. Platelet mulai menempel pada tepi yang kasar sampai terbentuk sumbatan. Bekuan mulai terbentuk dalam waktu 1-2 menit. Dalam waktu 3-6 menit, bekuan sudah mengisi pembuluh darah dan menghambat aliran darah.
B. Tipe Perdarahan
- Arterial
Pada perdarahan arterial ini darah tampak keluar menyemprot / memancar, dan berwarna merah segar
- Pembuluh darah balik (venous)
Pada perdarahan “venous”, darah keluar mengalir dan berwarna kehitaman / agak gelap
- Kapiler
Sedangkan perdarahan kapiler, darah keluar merembes (perdarahan sedikit) dan berwarna merah segar
C. Pengkajian
F Perdarahan Eksternal, jika berlebihan akan terlihat jelas pada pakaian. Jika seseorang menggunakan pakaian yang tebal perdarahan mungkin tidak terlihat. Pemeriksaan harus cepat-cepat memeriksa tubuh pasien dengan membuka pakaian terlebih dahulu, yakinkan bagian-bagian yang terbawah sudah diperiksa. Pakaian yang berlumuran darah dapat digunting sehingga daerah yang terluka dapat diperiksa. Kulit kepala mengandung banyak pembuluh darah, lacerasi kecil pun dapat menyebabkan perdarahan yang hebat.
F Perdarahan Internal sukar diidentifikasi. Perdarahan didalam rongga (pneumothorak) bisa menghambat pernafasan dan akan mengakibatkan nyeri dada. Perdarahan pada rongga perut akan menyebabkan kekakuan pada otot abdomen dan nyeri abdomen. Hemoptysis dan hematemisis menunjukkan adanya perdarahan di paru-paru atau perdarahan saluran pencernaan. Shock dapat terjadi pada perdarahan internal dan eksternal yang hebat. Korban dikaji terhadap nadi yang sangat cepat tetapi lemah, pernafasan lambat dan dangkal, kulit dingin, cemas gelisah dan haus. Pupil sama, dapat berdilatasi dan responnya terhadap cahaya sangat lambat.
D. Tindakan Mengatasi Perdarahan
Secara umum tindakan untuk mengatasi perdarahan adalah dengan :
1. Lakukan penekanan langsung diatas perdarahan/luka
2. lakukan penekanan diatas tempat tertentu, seperti pada gambar fig. 41-3, kalau tindakan yang pertama tidak berhasil
3. pasang tourniquet hanya pada lokasi tertentu (perdarahan arteri yang tidak teratasi dan massif)
a. gunakan manset atau balutan segitiga yang besar yang dililitkan 6-8 kali
b. jangan melepas tourniquet
c. buat satu tanda pada pasien yang menjelaskan lokasi tourniquet dan lamanya pemasanagan
Metode lain yang dapat digunakan untuk tindakan perdarahan adalah kita harus menentukan apakah perdarahan ini sirurgis, atau non sirurgis. Perdarahan dapat berupa perdarahan non sirurgis maupun sirurgis, seperti luka laserasi, amputasi, patah tulang, perdarahan gastro intestinal atau ruptur limpa-hati dan lain-lain.
Dan jika sirurgis maka tindakan lanjut adalah :
a. menghentikan perdarahan dengan :
· menekan pada salah satu titik dari enam titik pada satu sisi badan
· penekanan langsung pada luka (dengan kain steril-bersih)
· balut tekan
· torniket, hanya pada amputasi atau sebagai “life saving”
b. mengganti darah yang hilang
Pengganti yang terbaik adalah yang cocok golongannya. Kalau tak ada maka untuk sementara dapat dipakai :
· plasma
· plasma nate
· fresh frozen plasma (mengandung semua factor pembekuan, kecuali trombosit)
· ringer laktat
· NaCl.
METODE TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI AMBULANCE
Transportasi penderita gawat darurat dari tempat kejadian ke rumah sakit sampai sekarang masih dilakukan dengan bermacam-macam kendaraan, hanya sebagian kecil saja dilakukan dengan ambulan. Dan ambulannya bukan ambulan yang memenuhi syarat tetapi ambulan biasa. Bila ada bencana dengan sendirinya para korban akan diangkut dengan segala macam kendaraan tanpa koordinasi yang baik. Di Jakarta telah didirikan ambulan khusus kecelakaan dan penderita gawat yang disebut Ambulan 118. Organisasi ini didirikan atas prakarsa Kongres IKABI (Ikatan Ahli Bedah
A. SYARAT TRANSPORTASI PENDERITA
Seorang penderita gawat darurat dapat ditransportasikan bila penderita tersebut siap (memenuhi syarat) untuk ditransportasikan, yaitu:
· Gangguan pernafasan dan kardiovaskuler telah ditanggulangi – resusitasi : bila diperlukan
· Perdarahan dihentikan
· Luka ditutup
· Patah tulang di fiksasi
Dan selama transportasi (perjalanan) harus di monitor :
· Kesadaran
· Pernafasan
· Tekanan darah dan denyut nadi
· Daerah perlukaan
Prinsip Transportasi Pra RS
Untuk mengangkat penderita gawat darurat dengan cepat & aman ke RS / sarana kesehatan yang memadai, tercepat & terdekat.
Panduan Mengangkat Penderita
- Kenali kemampuan diri dan kemampuan team work
- Nilai beban yang diangkat,jika tidak mampu jangan dipaksa
- Selalu komunikasi, depan komando
- Ke-dua kaki berjarak sebahu, satu kaki sedikit kedepan
- Berjongkok, jangan membungkuk saat mengangkat
- Tangan yang memegang menghadap ke depan (jarak +30 cm)
- Tubuh sedekat mungkin ke beban (+ 50 cm)
- Jangan memutar tubuh saat mengangkat
- Panduan tersebut juga berlaku saat menarik/mendorong
Pemindahan Emergency :
- tarikan baju
- tarikan selimut
- tarikan lengan
- ekstrikasi cepat
(perhatikan kemungkinan terdapat fraktur servical)
Panduan memindahkan penderita (Secara Emergency, Non Emergency)
ΓΌ Contoh pemindahan Emergency adalah :
F
F Ketidakmampuan menjaga penderita terhadap bahaya lain
F Usaha mencapai penderita lain yang lebih urgen
F RJP penderita tidak mungkin dilakukan di TKP tersebut
Catatan : “ Apapun cara pemindahan penderita selalu ingat kemnungkinan patah tulang leher (servical) jika penderita trauma “
Pemindahan Non Emergency :
- pengangkatan dan pemindahan secara langsung
- pengangkatan dan pemindahan memakai sperei
(Tidak boleh dilakukan jika terdapat dugaan fraktur servical)
Mengangkat Dan Mengangkut Korban Dengan Satu atau Dua Penolong :
- Penderita Sadar dengan cara :
“ Human Crutch ” – satu / dua penolong, Yaitu dengan cara dipapah dengan dirangkul dari samping
- Penderita sadar tidak mampu berjalan
a. Untuk satu penolong dengan cara :
“ Piggy Back “ Yaitu di gendong, dan
“ Cradel “ Yaitu di bopong, serta
“ Drag “ Yaitu diseret
b. Untuk dua penolong dengan cara :
“ Two hended seat “ Yaitu ditandu dengan kedua lengan penolong, atau
“ Fore and aft carry “ Yaitu berjongkok di belakang penderita.
- Penderita tidak sadar
a. Untuk satu penolong dengan cara :
“ Cradel “ atau “ Drag “
b. Untuk dua penolong dengan cara :
“ Fore and aft carry “
B. SYARAT ALAT TRANSPORTASI
Syarat alat transportasi yang dimaksud disini adalah :
1. Kendaraannya
· Transportasi dalam hal ini dapat berupa kendaraan:
- Laut
- Udara : pesawat terbang, helikopter
- Darat : ambulance, pick up, truck, gerobak, dan lain-lain.
v Yang terpenting disini adalah :
- penderita dapat terlentang
- cukup luas untuk paling sedikit 2 penderita dan petugas dapat bergerak leluasa
- cukup tinggi sehingga petugas dapat berdiri dan infus dapat jalan
- dapat melakukan komunikasi ke sentral komunikasi dan rumah sakit
- identitas yang jelas sehingga mudah dibedakan dari ambulan lain
2. Alat-alat medis
Alat – alat medis yang diperlukan adalah :
· Resusitasi : - manual
- otomatik
- laringgoskop
- pipa endo / nasotracheal
· O2
· Alat hisap
· Obat-obat, infus, untuk resusitasi-stabilisasi
· Balut, bidai
· Tandu (vakum matras)
· “ ECG transmitter ”
· incubator, untuk bayi
· alat-alat untuk persalinan
Alat-alat medis ini dapat disederhanakan sesuai dengan kondisi local. Tiap ambulan 118 dapat berfungsi untuk penderita gawat daryrat sehari-hari maupun sebagai RS lapangan dalam keadaan bencana, karena diperlengkapi dengan:
· tenda sehingga dapat menampung 8 – 10 penderita
· alat hisap : - 1 manual
- 1 otomatik – dengan O2
- 1 dengan mesin
· botol infus sehingga kalau ada 10 ambulan 118, 200 penderita dapat segera dipasang infus. Dan 2 x 10 – 20 tenaga perawat “ CCN “
3. Personal
Personal dalam ambulan 118 cukup 2 orang perawat yang dapat mengemudi dan telah mendapat pendidikan tambahan dalam “ critical care nursing “ (CCN). Dan sebaiknya mereka di asramakan sehingga kalau ada bencana maka mudah untuk mobilisasinya. Bagi kota-kota besar ambulan-ambulan ini sebaiknya di sebar sedemikian rupa sehingga tiap ambulan dapat mencapai dalam 5 menit, sehingga dapat melakukan resusitasi dengan sukses.
C. CARA TRANSPORTASI
Sebagian besar penderita gawat darurat di bawa ke rumah sakit dengan menggunakan kendaraan darat yaitu ambulan. Tujuan dari transportasi ini adalah memindahkan penderita dengan cepat tetapi aman, sehingga tidak menimbulkan perlukaan tambahan ataupun syock pada penderita. Jadi semua kendaraan yang membawa penderita gawat darurat harus berjalan perlahan-lahan dan mentaati semua peraturan lalu lintas.
Bagi petugas ambulan 118 berlaku :
- waktu berangkat mengambil penderita, ambulan jalan paling cepat 60 km/jam. Lampu merah (rorator) dinyalakan, “ sirine “ kalau perlu di bunyikan
- waktu kembali kecepatan maksimum 40 km/jam, lampu merah (rorator) dinyalakan dan “ sirine “ tidak boleh dibunyikan
- semua peraturan lalu lintas tidak boleh dilanggar
D. SISTEM KOMUNIKASI
Sistem komunikasi merupakan bagian yang penting baik dalam proses penanganan bencana maupun pertolongan pada klien dengan gawat darurat. Yang penting dalam komunikasi disini adalah bagaimana :
1. masyarakat dengan mudah dapat minta tolong
2. cara mengatur dan membimbing pertolongan ambulan
3. cara mengatur / memonitor rujukan dari puskesmas ke RS atau dari RS ke RS.
4. cara mengkoordinir penanggulangan korban bencana
Supaya masyarakat dapat minta tolong dengan cepat maka dapat dipakai cara yang tradisional seperti :
- bedug
- kentongan
- pluit
- asap, atau
- kurir
Dapat juga dipakai cara modern seperti :
- telephone
- radio
Perum telekomunikasi sudah menentukan bahwa nomor telephone (118) adalah “ Common medical emergency number “ untuk seluruh
- polisi
- taksi-taksi
- RAPI (Radio Antar Penduduk
- ORARI (Organisasi Radio Amatir Republik
- dan lain-lain
Sebagai penerima permintaan tolong tersebut diatas sebaiknya di tiap-tiap
- polisi
- dinas kebakaran
- SAR Nasional-setempat
- PMI
- Bagian gawat darurat rumah-rumah sakit, dokter-dokter
- Ambulan-ambula tipe 118
- Radio taksi
- RAPI-ORARI
- Sentral komunikasi
- Sentral komunikasi negara lain
v Sentral komunikasi mempunyai tugas :
1. menerima / menganalisa permintaan tolong dari masyarakat
2. mengirim ambulan tipe (118) terdekat dan membimbingnya
3. mengatur / memonitor rujukan penderita gawat darurat
4. memonitor jumlah tempat tidur yang kosong pada tiap-tiap RS
5. menjadi pusat komando dalam penanggulangan korban bencana
6. dapat diambil alih oleh ABRI bila negara dalam keadaan darurat
