15 Desember 2008

A. KONSEP DASAR

1. Ciri-Ciri Masyarakat Sehat
a. peningkatan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat
b. mengatasi masalah kesehatan sederhana melalui upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan
c. peningkatan upaya kesehatan lingkungan terutama penyediaan sanitasi dasar yang dikembangkan dan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan mutu lingkungan hidup
d. peningkatan status gizi masyarakat berkaitan dengan peningkatan status sosial ekonomi masyarakat
e. penurunan angka kesakitan dan kematian dari berbagai sebab dan penyakit

2. Indikator Masyarakat sehat
Menurut WHO beberapa indikator dari masyarakat sehat adalah :
a. Keadaan yang berhubungan dengan status kesehatan masyarakat, meliputi :
1) indikator komprehensif- angka kematian kasar menurun
- rasio angka mortalitas proporsial rendah
- umur harapan hidup meningkat

2) indikator spesifik- angka kematian ibu dan anak menurun
- angka kematian karena penyakit menular menurun
- angka kelahiran menurun

b. Indikator pelayanan kesehatan
1) rasio antara tenaga kesehatan dan jumlah penduduk seimbang
2) distribusi tenaga kesehatan merata
3) informasi lengkap tentang jumlah tempat tidur di rumah sakit, fasilitas kesehatan lain, dsb.
4) Informasi tentang jumlah sarana pelayanan kesehtan diantaranya rumah sakit, puskesmas, rumah bersalin, dsb.

B. PROSES KEPERAWATAN

1. Pengkajian
Kegiatan yang dilakukan dalam pengkajian adalah :

a. Pengumpulan data meliputi :
1) Data umum
- lokasi daerah binaan
- keadaan geografi
- luas wilayah
- pola demografi

2) Data khusus
a. Data kultural
- Tingkat pendidikan
- Pekerjaaan
- Tingkat sosial ekonomi
- Kebudayaan dan kebiasaan

b. Data kesehatan (cakupan pelayanan kesehatan)
- Kesehatan lansia
- Keadaan gizi masyarakat (lansia)
- Penyakit-penyakit yang diderita lansia

c. Keadaan kesehatan lingkungan
- perumahan
- sumber air bersih
- tempat pembuangan sampah
- pembuangan air kotor
- jamban
- dan sebagainya

d. Peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan yang dijalankan
e. Sumber daya masyarakat
f. Dan lain-lain

2. Pengolahan Data
Langkah-langkah dalam pengolahan data meliputi :
a. klasifikasi/katagorisasi data
b. perhitungan prosentase cakupan menggunakan Telly
c. tabulasi data
d. interpretasi data

3. Analisa Data
Analisa data adalah kemampuan untuk mengaitkan data dan menghubungkan data dengan kemampuan kognitif yang dimiliki sehingga dapat diketahui kesenjangan atau masalah yang dihadapi oleh masyarakat apakah masalah itu masalah keperawatan atau masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat

4. Perumusan masalah
Berdasarkan analisa data dapat diketahui masalah kesehatan dan keperawatan yang dihadapi oleh masyarakat. Dan semua masalah tersebut tidak mungkin dapat diatasi sekaligus. Oleh karena itu diperlukan prioritas masalah

5. Prioritas Masalah
Dalam menentukan prioritas masalah perawatan dan kesehatan masyarakat perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebagai kriteria, diantaranya adalah :
a. perhatian masyarakat
b. prevalensi
c. berat ringannya masalah
d. kemungkinan masalah untuk diatasi
e. tersedianya sumber daya masyarakat
f. aspek politis

6. Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan mengandung komponen utama, yaitu :
a. Problem (masalah); yang merupakan kesenjangan atau penyimpangan dari keadaan normal yang seharusnya terjadi.

b. Etiologi (penyebab); menunjukkan penyebab masalah kesehatan atau keperawatan yang dapat memberikan arah terhadap intervensi keperawatan, yang meliputi :
1) perilaku individu, keluarga, kelompok dan masyarakat lansia
2) lingkungan fisik, biologis, psikologis dan sosial lansia
3) interaksi perilaku dan lingkungan

c. Sign/Simptom
1) informasi yang perlu untuk merumuskan diagnosa
2) serangkaian petunjuk timbulnya masalah

Untuk menegakkan diagnosa keperawatan minimal harus mengandung 2 komponen tersebut diatas, disamping mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1) kemampuan masyarakat untuk menanggulangi masalah
2) sumber daya yang tersedia dari masyarakat
3) partisipasi dan peran serta masyarakat

7. Perencanaan
Rencana keperawatan yang disusun harus mencakup :
a. Merumuskan tujuan keperawatan yang akan dicapai
•Kriteria rumusan tujuan adalah :
1) berfokus kepada masyarakat
2) jelas dan singkat
3) dapat diukur dan diobservasi
4) realistik
5) waktu relatif dibatasi (jangka pendek, menengah, dan panjang)
6) melibatkan peran serta masyarakat

b. Rencana tindakan keperawatan yang akan dilaksanakan
c. Kriteria hasil untuk menilai pencapaian tujuan
•Kriteria dalam perencanaan :
1) memakai tata kerja yang tepat
2) dapat dimodifikasikan
3) bersifat spesifik
a. siapa yang akan melakukan ?
b. dimana dilakukan ?
c. kapan dilakukan ?
d. bagaimana melakukan ?
e. frekuensi melakukan ?

8. Pelaksanaan (implementasi)
•Prinsip-prinsip dalam pelaksanaan keperawatan adalah:
a. berdasarkan respon masyarakat
b. disesuaikan dengan sumber daya yang tersedia pada masyarakat
c. meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pemeliharaan diri sendiri serta lingkungannya
d. bekerja sama dengan profesi lain
e. menekankan pada aspek peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit
f. mempertimbangkan kebutuhan kesehatan dan perawatan masyarakat secara essensial
g. memperhatikan perubahan lingkungan masyarakat
h. melibatkan partisipasi dan peran serta masyarakat dalam pelaksanaan keperawatan

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan keperawatan adalah :
a. keterlibatan petugas kesehatan non-keperawatan, kader, tokoh masyarakat, dalam rangka alih peran
b. terselenggaranya rujukan medis dan rujukan kesehatan
c. keterpaduan (tenaga, biaya, waktu, lokasi, sarana dan prasarana) dengan pelayanan kesehatan maupun sektor lainnya.
d. Setiap tindakan keperawatan yang telah dilaksanakan dicatat pada catatan yang disediakan.

9. Penilaian (Evaluasi)
•Kegiatan yang dilakukan dalam penilaian adalah :
a. membandingkan hasil tindakan yang dilaksanakan dengan tujuan yang telah ditetapkan
b. menilai efektifitas proses keperawatan mulai dari tahap pengkajian sampai dengan pelaksanaan
c. hasil penilaian keperawatan diguanakan sebagai bahan perancanaan selanjutnya apabila masalah belum teratasi

Contoh : Asuhan Keperawatan Gerontik pada Tingkat Masyarakat di RW : 007 Kelurahan Mawar
Kabupaten Nanas.
RW : 007 : - terdiri atas 10 RT
- Luas 3 ha
- Total Populasi : 1500
- Total Populasi lansia : 565
- Terdapat 756 keluarga
- densitas 5000/km2
- 65% penduduk dengan pendidikan SD & SMP
- sosial ekonomi rendah dengan pendapat/penghasilan rata-rata < Rp. 150.000,- per bulan.
- Rumah sebagian besar (85%) tidak permanen
- Ada organisasi karang taruna, PKK, kelompok pengrajin, karang werdha
- Jumlah kader kesehatan 7 orang dan tidak aktif
- Pengunjung posyandu lansia : 25 lansia

Data Nasional :
- umur harapan hidup : (di tulis berdasarkan data statistik yang ada)
- Total angka kematian lansia : (di tulis berdasarkan data statistik yang ada)
- angka kematian lansia karena penyakit tidak menular : (di tulis berdasarkan data statistik yang ada)
- angka kematian lansia karena penyakit menular : (di tulis berdasarkan data statistik yang ada)
- Diarrhen : * (Sub Dit P2D) lebih dari 1/3 lansia meninggal karena diarhe
* National Health Survey tahun 1999 = 40% masyarakat menderita diarhe
* Sasaran tahun 2000 = angka kematian diarhe menurun dari 40% menjadi 30%
* 5 penyebab utama kematian lansia adalah :

No Penyebab Tahun 2003 Tahun 2004
1 Diarrhen 25 % 55%
2 Acut Respiration Infection 15% 25%
3 Tetanus 10 % 7%
4 Cancer 5% 3%
5 DM 4% 8%

Data Wilayah setempat :
1. Dari puskesmas
- bulan januari s/d oktober 2004 : pengunjung (lansia) dengan penyakit diarhe menempati urutan ke-1.
- Kejadian luar biasa tahun 2003 : out break = 25 lansia meninggal diantara 250 penderita

2. Observasi lingkungan
- penyediaan air bersih kurang, air bersih dibeli, tiap keluarga perlu 50 liter air dengan harga Rp. 4.500,- / pikul.
- Masyarakat dan lansia MCK di sungai
- Ada sumur pompa dalam yang dibangun oleh PAM, tetapi sudah tidak berfungsi lagi sejak 5 tahun yang lalu

3. Hasil kunjungan rumah
- selokan tidak mengalir
- tiap RT telah memiliki tenag pengangkut sampah
- lansia saat bekerja di rumah tidak memakai alas kai, jarang cuci tangan sebelum makan
- perumahan padat, dengan ventilasi yang jelek dan pencahayaan yang kurang
- menurut LKMD , problem yang dihadapi :
selokan tidak mengalir
tiap RT telah memiliki tenaga pengangkut sampah
lansia saat bekerja tidak memakai alas kai, jarang cuci tangan sebelum makan
perumahan padat, dengan ventilasi yang jelek dan pencahayaan yang kurang
kasus TB banyak
banyak lansia yang jarang ke posyandu lansia

5 komentar:

Anonim mengatakan...

Bisa minta tolong info sumber artikel ini dari siapa dan buku apa seta tahun berapa ya bu? Terimakasih

ari sandi mengatakan...

Terimakasih informasinya, jangan lupa mampir dulu ke website kami .....

Obat Kutil Kelamin
Obat Kutil Kelamin
Obat Kutil Kelamin
Obat Kutil Kelamin
Obat Kutil Kelamin

berobat skoliosis mengatakan...

makasi infonya

berobat skoliosis jakarta mengatakan...

ooh ternyata begitu

terapi skoliosis mengatakan...

sipp bgt makasi dok